MAKALAH TEORI BELAJAR MENURUT SKINNER PDF

Tiap orang boleh dikatakan selalu belajar. Karena kenyataannya bahwa belajar adalah masalah setiap orang,. Dalam masalah belajar ini telah banyak para pakar pendidikan yang berusaha mencari cara bagaimana belajar yang baik dan benar. Telah banyak teori-teori yang dikemukakan oleh para ahli pendidikan.

Author:Nabar Basar
Country:Mali
Language:English (Spanish)
Genre:Medical
Published (Last):19 January 2018
Pages:250
PDF File Size:3.42 Mb
ePub File Size:14.83 Mb
ISBN:591-6-59608-853-7
Downloads:77710
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Tushura



Dengan kalimat tersebut memberikan gambaran bahwa belajar merupakan hal yang sangat penting, sehingga tidaklah mengherankan bahwa banyak orang ataupun ahli yang membicarakan masalah belajar. Hampir semua pengetahuan, sikap, ketrampilan, perilaku manusia dibentuk, diubah dan berkembang melalui belajar. Kegiatan belajar dapat berlangsung dimana dan kapan saja. Di rumah, di sekolah, di pasar, di toko, di masyarakat luas, pagi, sore dan malam.

Karena itu, belajar merupakan masalah bagi setiap manusia. Oleh sebab itu dibutuhkan cara belajar yang tepat untuk menghasilkan perubahan sikap yang baik pula. Banyak teori tentang belajar yang telah berkembang mulai abad ke 19 sampai sekarang ini. F Skinner dan Gestalt. Teori belajar behaviorisme ini berorientasi pada hasil yang dapat diukur dan diamati. Pengulangan dan pelatihan digunakan supaya perilaku yang diinginkan dapat menjadi kebiasaan. Hasil yang diharapkan dari penerapan teori behavioristik ini adalah terbentuknya suatu perilaku yang diinginkan.

Perilaku yang diinginkan mendapat penguatan positif dan perilaku yang kurang sesuai mendapat penghargaan negatif. Evaluasi atau Penilaian didasari atas perilaku yang tampak. Dari definisi tersebut dapat dijelaskan bahwa belajar itu merupakan suatu proses adaptasi perilaku yang bersifat progresif. Ini berarti bahwa sebagai akibat dari belajar adanya sifat progresifitas, adanya tendensi kearah yang lebih baik dari keadaan sebelumnya.

McGeoch lih. Ini berarti bahwa belajar membawa perubahan pada penampilan dan perubahan itu sebagai akibat dari latihan practice. Pengertian latihan atau practice mengandung arti bahwa adanya usaha dari individu yang belajar. Baik yang dikemukakan oleh Skinner maupun yang dikemukakan oleh McGeoch memberikan gambaran bahwa sebagai akibat belajar adanya perubahan yang dialami oleh individu yang bersangkutan. Hanya oleh McGeoch dikemukakan perubahan itu sebagai akibat dari latihan, sedangkan apa yang dikemukakan Skinner tidak secara jelas hal tersebut diajukan.

Hal yang muncul dalam definisi adalah perubahan perilaku atau performance itu relative permanent.. Pada pengertian latihan dibutuhkan usaha dari individu yang bersangkutan, sedangkan dari pengertian pengalaman usaha tersebut tidak tentu diperlukan. Ini mengandung arti bahwa dengan pengalaman seseorang atau individu dapat berubah perilakunya, disamping perubahan itu dapat disebabkan oleh karena latihan.

Dari beberapa definisi diatas dapat disimpulkan bahwa belajar secara sederhana dikatakan sebagai proses perubahan dari belum mampu menjadi sudah mampu, terjadi dalam jangka waktu tertentu. Perubahan yang terjadi itu harus secara relative bersifat menetap permanent dan tidak hanya terjadi pada perilaku yang saat ini nampak immediate behavior tetapi juga pada prilaku yang mungkin terjadi di masa mendatang potential behavior. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah bahwa perubahan-perubahan tersebut terjadi kareana pengalaman.

Teori behavioristik Menurut teori behavioristik belajar adalah perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman Gage, Berliner, Belajar merupakan akibat adanya interaksi antara stimulus dan respon Slavin, Seseorang dianggap telah belajar sesuatu jika dia dapat menunjukkan perubahan perilakunya. Menurut teori ini dalam belajar yang penting adalah input yang berupa stimulus dan output yang berupa respon.

Stimulus adalah apa saja yang diberikan guru kepada siswa, sedangkan respon berupa reaksi atau tanggapan siswa terhadap stimulus yang diberikan oleh guru tersebut.

Proses yang terjadi antara stimulus dan respon tidak penting untuk diperhatikan karena tidak dapat diamati dan tidak dapat diukur. Yang dapat diamati adalah stimulus dan respon, oleh karena itu apa yang diberikan oleh guru stimulus dan apa yang diterima oleh siswa respon harus dapat diamati dan diukur. Teori ini mengutamakan pengukuran, sebab pengukuran merupakan suatu hal penting untuk melihat terjadi atau tidaknya perubahan tingkah laku tersebut.

Aliran ini menekankan pada terbentuknya perilaku yang tampak sebagai hasil belajar. Peristiwa belajar semata-mata melatih siswa sedemikian rupa sehingga menjadi kebiasaan yang dikuasai individu.

Kaum behavioris menjelaskan bahwa belajar sebagai suatu proses perubahan tingkah laku dimana reinforcement dan punishment menjadi stimulus untuk merangsang pembelajar dalam berperilaku. Teori behavioristik banyak dikritik karena seringkali tidak mampu menjelaskan situasi belajar yang kompleks, sebab banyak variabel atau hal-hal yang berkaitan dengan pendidikan dan belajar yang dapat diubah menjadi sekedar hubungan stimulus dan respon. Teori ini tidak mampu menjelaskan penyimpangan-penyimpangan yang terjadi dalam hubungan stimulus dan respon.

Pandangan behavioristik juga kurang dapat menjelaskan adanya variasi tingkat emosi siswa, walaupun mereka memiliki pengalaman penguatan yang sama. Pandangan ini tidak dapat menjelaskan mengapa dua anak yang mempunyai kemampuan dan pengalaman penguatan yang relatif sama, ternyata perilakunya terhadap suatu pelajaran berbeda, juga dalam memilih tugas sangat berbeda tingkat kesulitannya.

Pandangan behavioristik hanya mengakui adanya stimulus dan respon yang dapat diamati. Mereka tidak memperhatikan adanya pengaruh pikiran atau perasaan yang mempertemukan unsur-unsur yang diamati tersebut. Teori behavioristik juga cenderung mengarahkan siswa untuk berfikir linier, konvergen, tidak kreatif dan tidak produktif.

Pandangan teori ini bahwa belajar merupakan proses pembentukan atau shaping, yaitu membawa siswa menuju atau mencapai target tertentu, sehingga menjadikan siswa tidak bebas berkreasi dan berimajinasi.

Teori behavioristik dengan model hubungan stimulus responnya, mendudukkan orang yang belajar sebagai individu yang pasif. Demikian halnya dalam pembelajaran, siswa dianggap sebagai objek pasif yang selalu membutuhkan motivasi dan penguatan dari pendidik. Oleh karena itu, para pendidik mengembangkan kurikulum yang terstruktur dengan menggunakan standar-standar tertentu dalam proses pembelajaran yang harus dicapai oleh para pebelajar. Begitu juga dalam proses evaluasi belajar pebelajar diukur hanya pada hal-hal yang nyata dan dapat diamati sehingga hal-hal yang bersifat tidak teramati kurang dijangkau dalam proses evaluasi.

FSkinner Asas pengkondisian operan B. F Skinner dimulai awal tahun an, pada waktu keluarnya teori S-R. Pada waktu keluarnya teori-teori S-R.

Pada waktu itu model kondisian klasik dari Pavlov telah memberikan pengaruh yang kuat pada pelaksanaan penelitian. Skinner tidak sependapat dengan pandangan S-R dan penjelasan reflex bersyarat dimana stimulus terus memiliki sifat-sifat kekuatan yang tidak mengendur. Bukan begitu,banyak tingkah laku menghasilkan perubahan atau konsekuensi pada lingkungan yangmempunyai pengaruh terhadap organisme dan dengan begitu mengubah kemungkinan organisme itu merespon nanti. Asas-asas kondisioning operan adalah kelanjutan dari tradisi yang didirikan oleh John Watson.

Artinya, agar psikologi bisa menjadi suatu ilmu, maka studi tingkah laku harus dijadikan fokus penelitian psikologi. Peti sangkar ini terdiri atas dua komponen yaitu: manipulandum dan alat pemberi reinforcement yang antara lain berupa wadah makanan.

Manipulandum adalah komponen yang dapat dimanipulasi dan gerakannya berhubungan dengan reinforcement. Komponen ini terdiri dari tombol, batang jeruji, dan pengungkit. Rober, Dalam eksperimen ini, mula-mula tikus mengeksplorasi pati sangkar dengan berlari-lari atau mencakari dinding.

Butir-butir makanan ini merupakan reinforce bagi penekanan pengungkit. Penekanan pengungkit inilah yang disebut tingakah laku operant yang akan terus meningkat apabial diiringi dengan reinforcement, yakni pengauatan berupa butir-butir makanan yang muncul.

Teori Operant Conditioning Teori ini dikembangkan oleh B. F Skinner. Menurut Skinner dalam Dimyati Mahmud, tingkah laku bukanlah sekedar respon terhadap stimulus, tetapi suatu tindakan yang disengaja atau operant. Operant ini dipengaruhi oleh apa yang terjadi sesudahnya.

Jadi operant conditioning atau operant learning itu melibatkan pengendalian konsekuensi. Tingkah laku ialah perbuatan yang dilakukan seseorang pada situasi tertentu. Tingkah laku ini terletak di antara dua pengaruh yaitu pengaruh yang mendahuluinya antecedent dan pengaruh yang mengikutinya konsekuensi. Menurut Skinner, konsekuensi itu sangat menentukan apakah seseorang akan mengulangi suatu tingkah laku pada saat lain di waktu yang akan datang. Aspek-aspek tersebut lalu disususn dalam urutan yang tepat untuk menuju pada terbentuknya tingkah laku yang dimaksud.

Kalau aspek pertama telah dilakukan maka hadiahnya diberikan; hal ini akan mengakibatkan aspek itu makin cenderung untuk sering dilakukan. Kalau itu sudah terbentuk, dilakukannya aspek kedua yang diberi hadiah aspek pertama tidak lagi memerlukan hadiah ; demikian berulang-ulang, sampai aspek kedua terbentuk. Setelah itu dilanjutkan dengan aspek ketiga, keempat dan selanjutnya, sampai seluruh tingkah laku yang diharapkan terbentuk.

Sebagai ilustrasi, misalnya dikehendaki agar sejumlah mahasiswa mempunyai kebiasaan membaca jurnal profesional yang terdapat di perpustakaan Fakultas pada waktu sore hari. Kalau dapat diidentifikasikan hadiah-hadiah tidak harus berupa barang bagi masing-masing aspek tingkah laku tersebut, yaitu aspek 1 sampai dengan 7, maka akan dapat dilakukan pembentukan kebiasaan tersebut. Respon Tingkah laku adalah hubungan antara perangsang dan respon. Tingkah laku terjadi apabila ada stimulus khusus. Skinner berpendapat, pribadi seseorang terbentuk dari akibat respon terhadap lingkungannya, untuk itu hal yang paling penting untuk membentuk sebuah kepribadian adalah adanya penghargaan dan hukuman.

Penghargaan akan diberikan untuk respon yang diharapkan sedangkan hukuman untuk respon yang salah. Pendapat skinner ini memusatkan hubungan antara tingkah laku dan konsekuen. Contoh, jika tingkah laku individu segera diikuti oleh tingkah laku menyenangkan, individu akan menggunakan tingkah laku itu lagi sesering mungkin. Konsekuen menyenangkan akan memperkuat tingkah laku, sementara konsekuen yang tidak menyenangkan akan memperlemah tingkah laku. Jadi, konsekuen yang menyenangkan akan bertambah frekuensinya, sementara konsekuensi yang tidak menyenangkan akan berkutrang frekuensinya.

Skinner membedakan adanya dua macam respon, yaitu: Respondent response reflexive response , yaitu respom yang ditimbulkan oleh suatu perangsang-perangsang tertentu. Misalnya, keluar air liur saat melihat makanan tertentu. Perangsang-perangsang yang demikian itu disebut eliciting stimuli, menimbulkan respon-respon yang relatif tetap. Pada umumnya, perangsang-perangsang yang demikian mendahului respon yang ditimbulkannya. Operant response instrumental response , yaitu respon yang timbul dan berkembangnya diikuti oleh perangsang-peerangsang tertentu.

Perangsang yang demikian itu disebut reinforcing stimuli atau reinforcer, karena perangsang itu memperkuat respon yang telah dilakukan oleh organisme. Jadi, perangsang yang demikian itu mengikuti dan karenanya memperkuat sesuatu tingkah laku tertentu yang telah dilakukan.

Oleh karena itu, fokus teori Skinner adalah pada respons atau jenis tingkah laku yang kedua ini. Persoalannya adalah bagaimana menimbulkan, mengembangkan dan memodifikasi tingkah laku-tingkah laku tersebut dalam belajar atau dalam pendidikan. Pola-pola respon Apabila reinforcement didasarkan pada prinsip interval tetap, dapat diduga pola respon yang bakal muncul. Tetapi dengan menggunakan prinsip interval bervariasi, pola respon yang muncul akan berbeda.

Penggunaan reinforcement secara beragam dapat juga mempengaruhi cepat lambatnya murid melakukan tugas-tugas belajar. Kalau reinforcement iu didasarkan atas banyaknya respon yang diberikan seseorang, murid akan lebih cermat mengendalikan waktu yang digunakan untuk reinforcement.

EVERMOTION ARCHMODELS VOL 102 PDF

Teori Belajar B.F Skinner

Ayahnya adalah seorang pengacara yang menjadi General Counsel di sebuah perusahaan batu bara besar, dan ibunya adalah seorang ibu rumah tangga yang kuat dan cerdas. Dia dididik oleh orang tuanya dengan didikan model kuno dan disiplin. Ia merefleksikan tahun-tahun awal kehidupannya sebagai suatu masa dalam lingkungan yang stabil, di mana belajar sangat dihargai dan disiplin sangat kuat. Skinner kecil adalah seorang anak yang selalu aktif.

COVADIS MANUAL PDF

Makalah Teori Belajar Operant Conditioning B.F Skinner dan Penerapannya dalam Pendidikan

Biografi B. Ayahnya adalah seorang pengacara yang menjadi General Counsel di sebuah perusahaan batu bara besar, dan ibunya adalah seorang ibu rumah tangga yang cerdas. Dia dididik oleh orang tuanya dengan didikan model kuno dan disiplin. Skinner merupakan anak yang kreatif, ia banyak menghasilkan waktu untuk merancang dan membuat berbagai alat permainan seperti gerobak, sumpit, layang-layang dan model-model pesawat terbang. Skinner tumbuh dalam keluarga yang hangat dan harmonis. Ia pun mengenang masa kanak-kanaknya sebagai kehidupan yang penuh kehangatan namun cukup ketat dalam kedisiplinan. Skinner lebih suka hidup di luar rumah, ia pun sangat menikmati sekolahnya dan menciptakan sesuatu.

Related Articles