Zolokus Poole S, Gephart S. Accessed 25 April Is oral Albuterol effective for acute cough in non-asthmatic children? Neonatal and child health profile: Ongoing education of primary health care workers and parents regarding management imunnisasi common illness is needed in Indonesia. Hanson LA, Korotkova M.

Author:Zunos Vudal
Language:English (Spanish)
Published (Last):25 January 2005
PDF File Size:13.73 Mb
ePub File Size:16.52 Mb
Price:Free* [*Free Regsitration Required]

Daerah Untuk memahami tabel jadwal imunisasi anak perlu membaca keterangan tabel Vaksin hepatitis B HB. Menurut jadwal imunisasi IDAI, vaksin HB pertama monovalent paling baik diberikan dalam waktu 12 jam setelah lahir dan didahului pemberian suntikan vitamin K1 minimal 30 menit sebelumnya.

Jadwal imunisasi lengkap pemberian vaksin HB monovalen adalah usia 0,1, dan 6 bulan. Apabila diberikan HB kombinasi dengan DTPw, maka jadwal imunisasi lengkap dilakukan pada usia 2,3, dan 4 bulan. Vaksin polio. Apabila lahir di rumah segera berikan OPV Apabila lahir di sarana kesehatan, OPV-0 diberikan saat bayi dipulangkan. Vaksin BCG. Apabila diberikan pada usia 3 bulan atau lebih, perlu dilakukan uji tuberculin terlebih dahulu.

Vaksin DTP. Vaksin DTP pertama diberikan paling cepat pada usia 6 minggu. Apabila diberikan vaksin DTPa maka interval jadwal imunisasi lengkap pemberian vaksin lanjutan tersebut pada usia 2,4, dan 6 bulan. Untuk usia lebih dari 7 bulan diberikan vaksin Td atau Tdap.

Vaksin pneumokokus PCV. Apabila diberikan pada usia bulan, PCV diberikan 2 kali dengan interval 2 bulan; dan pada usia lebih dari 1 tahun diberikan 1 kali. Keduanya perlu booster pada usia lebih dari 12 bulan atau minimal 2 bulan setelah dosis terakhir. Pada anak usia di atas 2 tahun PCV diberikan cukup satu kali.

Vaksin rotavirus. Batas akhir pemberian pada usia 24 minggu. Batas akhir pemberian pada usia 32 minggu. Vaksin influenza. Berdasarkan jadwal imunisasi IDAI, vaksin influenza diberikan pada usia lebih dari 6 bulan, diulang setiap tahun.

Untuk imunisasi pertama kali primary immunization pada anak usia kurang dari 9 tahun diberi dua kali dengan interval minimal 4 minggu. Untuk anak bulan, dosis 0,25 mL. Untuk anak usia 36 bulan atau lebih, dosis 0,5 mL. Vaksin campak.

Vaksin campak kedua 18 bulan tidak perlu diberikan apabila sudah mendapatkan MMR. Vaksin varisela. Vaksin varisela diberikan setelah usia 12 bulan, terbaik pada usia sebelum masuk sekolah dasar. Apabila diberikan pada usia lebih dari 13 tahun, perlu 2 dosis dengan interval minimal 4 minggu.

Vaksin human papilloma virus HPV. Apabila diberikan pada remaja usia tahun, pemberian cukup 2 dosis dengan interval bulan; respons antibodi setara dengan 3 dosis. Vaksin Japanese encephalitis JE. Vaksin JE diberikan mulai usia 12 bulan pada daerah endemis atau turis yang akan bepergian ke daerah endemis tersebut. Untuk perlindungan jangka panjang dapat diberikan booster tahun berikutnya.

Vaksin dengue. Diberikan pada usia tahun dengan jadwal 0,6, dan 12 bulan. Namun pastikan Ibu sudah registrasi terlebih dulu untuk bisa menggunakan fitur tersebut, ya.

AR 930-4 PDF


State of the science for practice to promote breastfeeding success among young mothers. Evaluation of drug utilization and prescribing errors in infants: We hypothesized that [ 1 ] poor nutritional status would be common in infants, [ 2 ] rates of EBF would be high and that [ 3 ] the management of acute ARI and diarrhea would not be consistent with the available guidelines in Indonesia. The datasets are available from the corresponding author on reasonable request. Risk factors for mortality from acute lower respiratory infections ALRI in children under five years of age in low and middle- income countries: Basic health survey Our findings highlight the need for ongoing education of community health providers in the support of EBF and optimal case management for childhood ARI and diarrhea in Indonesia. Low implementation of ORS might be due to home solutions being given over ORS due to the ease of availability and for palatability reasons or due to low adherence to WHO guidelines in community settings, once again raising the need for further education of healthcare workers. Black RE, et al.


Jadwal Imunisasi 2017

Yogul Abstract Idal is a government effort to prevent preventable diseases and the achievement of immunization has not been on target still found infants who are not complete immunization. Diarrhea severity would also have impacted on the use of ORS and zinc, but regardless use was reported to be very low with poor adherence to guidelines for diarrhea case management. Progress reported through in-country self-assessment exercise. Separate study specific CRFs were designed to capture the required data at each of the three follow-up assessment time-points in this study through face-to-face interview with the jadwla. In total out of mothers in the immunogenicity study of the trial were enrolled in this study. There is little evidence of a beneficial effect from giving oral bronchodilators for the treatment of cough alone [ 21 ]. Other recommendations include the introduction of a wide variety of foods, avoidance of sweetened beverages and snacks and no televisions in bedrooms [ 32 ].

Related Articles