EPIGEAL DAN HIPOGEAL PDF

Biji mengandung potensi yang dibutuhkan untuk tumbuh menjadi individu baru, misalnya embrio, cadangan makanan, dan calon daun calon akar. Sebutir biji mengandung satu embrio. Embrio terdiri atas radikula yang akan tumbuh menjadi akar dan plumula yang akan tumbuh menjadi kecambah. Cadangan makanan bagi embrio tersimpan dalam kotiledon yang didalamnya terkandung pati, protein dan beberapa jenis enzim. Kotiledon dikelilingi oleh bahan yang kuat, disebut testa. Testa berfungsi sebagai pelindung kotiledon untuk mencegah kerusakan embrio dan masuknya bakteri atau jamur ke dalam biji.

Author:Kekora Vogar
Country:Ethiopia
Language:English (Spanish)
Genre:Politics
Published (Last):22 September 2011
Pages:401
PDF File Size:14.49 Mb
ePub File Size:5.97 Mb
ISBN:153-4-31479-579-3
Downloads:43076
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Kazill



Artikel Materi Tentang Perkecambahan Hipogeal Ada dua tipe perkecambahan biji, yaitu perkecambahan epigeal dan hipogeal, tapi kali ini saya hanya ingin membahas tentang perkecambahan hipogeal saja, berikut materi pembahasan lengkapnya: Gambar Perkecambahan Hipogeal Pengertian Perkecambahan Hipogeal Hipogeal adalah pertumbuhan memanjang dari epikotil yang menyebabkan plumula keluar menembus kulit biji dan muncul di atas tanah.

Kotiledon relatif tetap posisinya. Menurut Sutopo Perkecambahan hipogeal adalah apabila terjadi pembentangan ruas batang teratas epikotil sehingga daun lembaga ikut tertarik ke atas tanah, tetapi kotiledon tetap di bawah tanah.

Misalnya pada biji kacang kapri Pisum sativum b. Menurut Pratiwi. Kotiledon tetap berada di dalam tanah. Contoh tumbuhan yang mengalami perkecambahan ini adalah kacang ercis, kacang kapri, jagung, dan rumput-rumputan Campbell et al.

Pada perkecambahan hipogeal, kotiledon terdesak masuk ke dalam tanah. Sehingga apabila dilihat dari atas kecambah tersebut seakan-akan tidak memiliki kotiledon.

Hal yang sama juga terjadi pada seseorang. Ketika kita tidak memiliki sesuatu untuk sekarang bukan berarti kita tidak memilikinya. Seperti halnya bakat, setiap orang memilikinya namun ada orang yang bakatnya sudah terlihat dari awal seperti kotiledon pada perkecembahan epigeal.

Namun ada pula yang bakatnya baru terlihat belakangan seperti pada perkecambahan hipogeal. Jadi tidak ada alasan untuk kita mengatakan bahwa saya tidak berbakat. Karena pada dasarnya semua orang punya bakat masingmasing yang unik. Definisi perkecambahan Merupakan proses metobolisme biji hingga dapat menghasilkan pertumbuhan dari komponen kecambah Plumula dan Radikula. Definisi perkecambahan adalah jika sudah dapat dilihat atribut perkecambahannya, yaitu plumula dan radikula Proses perkecambahan benih Proses perkecambahan benih merupakan suatu rangkaian kompleks dari perubahan-perubahan morfologi, fisologi, dan biokimia.

Tahapan metabolisme perkecambahan 1. Jenis perkecambahan benih epigeal dan hypogeal Epigeal a. Menurut Sutopo tipe perkecambahan epigeal adalah dimana munculnya radikel diikuti dengan memanjangnya hipokotil secara keseluruhan dan membawa serta kotiledon dan plumula ke atas permukaan tanah..

Menurut anonymous Perkecambahan epigeal adalah apabila terjadi pembentangan ruas batang di bawah daun lembaga atau hipokotil sehingga mengakibatkan daun lembaga dan kotiledon terangkat ke atas tanah, misalnya pada kacang hijau Phaseoulus radiatus Hipogeal Menurut Sutopo , perkecambahan hipogeal adalah apabila terjadi pembentangan ruas batang teratas epikotil sehingga daun lembaga ikut tertarik ke atas tanah, tetapi kotiledon tetap di bawah tanah.

Misalnya pada biji kacang kapri Pisum sativum Perkecambahan dan Pertumbuhan Perkecambahan biji dimulai dari proses penyerapan air oleh biji diikuti dengan melunaknya kulit biji serta terjadinya hidrasi sitoplasma dan peningkatan suplai oksigen sehingga menyebabkan peningkatan respirasi dalam biji.

Proses perkecambahan dapat terjadi jika kulit biji permeabel terhadap air dan tersedia cukup air dengan tekanan osmosis tertentu Kozlowski, 1. Dinding sel yang kering hampir tidak permeabel terhadap gas.

Air juga merupakan sarana masuknya oksigen ke dalam biji. Biji yang berkecambah belum memiliki kemampuan untuk menyintesis cadangan makanan sendiri. Kebutuhan karbohidrat didapatkan dari cadangan makanan endosperma. Umumnya cadangan makanan pada biji berupa amilum pati. Pati tidak dapat ditransportasikan ke sel-sel lain, oleh karena itu pati harus diubah terlebih dahulu kedalam bentuk gula yang terlarut dalam air Dwidjosoeputro, Pertumbuhan aksis embrionik kecambah terjadi karena dua peristiwa yaitu pembesaran sel yang telah ada sebelumnya dan pembentukan sel-sel baru.

Selsel baru terbentuk karena proses pembelahan sel yang terjadi pada titik tumbuh radikula dan plumula. Saat pembesaran sel terjadi proses-proses biokimia, transportasi air, gula, asam amino, dan perubahan ion-ion organik menjadi protein, asam nukleat, polisakarida serta molekul-molekul kompleks lainnya.

Senyawa yang dihasilkan akan diubah menjadi organela, dinding sel, membran sel dan lain-lain sampai terbentuk jaringan dan organ Salisburry dan Ross, Pertumbuhan sesungguhnya merupakan hasil reaksi biokimia, peristiwa biofisik dan proses fisiologis yang berinteraksi dalam tubuh tanaman bersama dengan faktor luar. Titik awalnya adalah satu sel tunggal, yaitu zigot yang tumbuh dan berkembang menjadi organisme multisel. Sintesis molekul yang besar dan kompleks berlangsung terus menerus dari ion dan molekul yang lebih kecil, pembelahan sel menghasilkan sel-sel baru, yang banyak dan diantaranya tidak hanya membesar tetapi juga lebih kompleks Hasnunidah, Secara visual, pertumbuhan tumbuhan dapat diamati dari pertambahan jumlah dan ukuran, perubahan massa dan penampilan tumbuhan tersebut sebagai akibat penggandaan protoplasma dan perbanyakan sel yang secara keseluruhan disebut fenologi.

Fenologi adalah perubahan secara berurutan yang dapat dilihat dari penampilan morfologi tanaman tersebut. Suatu tumbuhan dikatakan tumbuh apabila memiliki jumlah sel, jumlah daun, ranting, rambut akar, dan tunas yang lebih banyak dibandingkan keadaan semula. Pertumbuhan tumbuhan juga ditandai dengan pertambahan ukuran tanaman seperti tinggi tanaman, diameter batang, luas daun, panjang akar, volume batang, dan keliling batang. Pertambahan massa pada tumbuhan dapat diamati dari berat segar dan berat kering tanaman.

Tumbuhan dikatakan tumbuh bila terjadi perubahan penampilan, misalnya pada fase vegetatif perubahan dimulai dari perkecambahan dilanjutkan dengan pemunculan bibit di atas tanah, pembentukan daun dan akar, inisiasi anakan atau cabang, pertumbuhan daun, dan perpanjangan akar, sedangkan pada fase generatif dimulai dari induksi bunga, inisiasi bunga, pertumbuhan primordia bunga, dan pemunculan bunga Hasnunidah, Proses pertumbuhan kecambah dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu faktor internal tanaman dan faktor lingkungan.

Faktor internal tersebut antara lain gen dan hormon. Faktor lingkungan meliputi dua faktor yaitu faktor dalam tanah dan faktor di atas tanah. Faktor dalam tanah terdiri dari keasaman, aerasi, kandungan unsur kimia, dan lain-lain.

Sedangkan faktor di atas tanah adalah radiasi matahari, temperatur, kelembaban, dan lain-lain Sitompul dan Guritno, 4. Adapun faktor lain yang dapat memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman adalah medan magnet.

Faktor yang mempengaruhi perkecambahan a. Setiap benih tanaman memiliki masa dormansi yang berbedabeda. Proses respirasi akan meningkat disertai pula dengan menigkatnya pengambilan oksigen dan pelepasan karbon dioksida, air, dan energi yang berupa panas. Terbatasnya oksigen akan menghambat perkecambahan benih. Medium menentukan pertumbuhan kecambah, pada medium yang keras akar kecambah muda akan sulit menembus media dan mengakibatkan pertumbuhan terganggu.

Share this post.

BPW21R DATASHEET PDF

Materi Lengkap Perkecambahan Hipogeal [Beserta Gambar]

Artikel Materi Tentang Perkecambahan Hipogeal Ada dua tipe perkecambahan biji, yaitu perkecambahan epigeal dan hipogeal, tapi kali ini saya hanya ingin membahas tentang perkecambahan hipogeal saja, berikut materi pembahasan lengkapnya: Gambar Perkecambahan Hipogeal Pengertian Perkecambahan Hipogeal Hipogeal adalah pertumbuhan memanjang dari epikotil yang menyebabkan plumula keluar menembus kulit biji dan muncul di atas tanah. Kotiledon relatif tetap posisinya. Menurut Sutopo Perkecambahan hipogeal adalah apabila terjadi pembentangan ruas batang teratas epikotil sehingga daun lembaga ikut tertarik ke atas tanah, tetapi kotiledon tetap di bawah tanah. Misalnya pada biji kacang kapri Pisum sativum b. Menurut Pratiwi. Kotiledon tetap berada di dalam tanah.

PATCH CLAMPING AN INTRODUCTORY GUIDE TO PATCH CLAMP ELECTROPHYSIOLOGY PDF

Tipe perkecambahan : Epigeal dan Hipogeal

December 30, Dalam dunia tumbuhan, mereka memiliki proses pertumbuhan dan perkembangbiakan tumbuhan yang berbeda. Dalam proses perkembangbiakan tumbuhan itu terdapat salah satu fase yang disebut dengan fase perkecambahan. Dalam penjelasannya secara sederhana, perkecambahan yang merupakan fase awal dari perkembangbiakan tumbuhan, adalah fase dimana embrio dalam biji dari tumbuhan tersebut yang awalnya berada dalam kondisi dorman, mengalami beberapa perubahan fisiologis yang kemudian dalam perkembangannya mengantarkan tumbuhan itu ke fase tumbuhan muda. Ketika sudah masuk tumbuhan muda, atau kecambah ini, tumbuhan kemudian tumbuh sesuai dengan perawatannya. Ia akan menjadi tumbuhan yang sehat dan berbuah lebat, jika perawatan yang diberikan pada tumbuhan itu baik, dan sebaliknya.

MACEBELL EXERCISES PDF

Gambar dan Penjelasan Perkecambahan Epigeal dan Hipogeal (3 Penyusun Perkecambahan)

Perkecambahan merupakan permulaan atau awal pertumbuhan embrio di dalam biji. Biji yang berkecambah dapat membentuk planula karena di dalamnya mengandung embrio. Embrio atau lembaga mempunyai tiga bagian, yaitu radikula akar lembaga , kotiledon daun lembaga , dan kaulikalus batang lembaga. Perkecambahan terjadi karena pertumbuhan radikula calon akar dan pertumbuhan plumula calon batang. Faktor yang mempengaruhi perkecambahan adalah air, kelembapan, oksigen, dan suhu. Perkecambahan biji ada dua macam, yaitu: 1.

ATTACHMENTEXECUTE REGISTRY PDF

Difference Between Epigeal and Hypogeal Germination

May 5, Umumnya pada tumbuhan berbunga, terdapat dua tipe perkecambahan yaitu epigeal dan hipogeal. Pembagian ini berdasarkan pada arah pergerakan kotiledon ketika benih berkecambah. Kedua tipe ini yang paling banyak ditemukan disamping beberapa tipe lainnya seperti semi-hipogeal, durian type dan vivipary. Gambaran umum perkecambahan epigeal dan hipogeal Epigeal Radikel yang muncul pertama kali membentuk hipokotil Plumula adalah bagian yang terakhir berkembang yakni setelah muncul di permukaan Hipokotil awalnya membentuk sebuah loop lalu kemudian memanjang membawa kotiledon ke permukaan tanah Kotiledon yang telah muncul ke permukaan akan membentuk daun pertama diikuti oleh perkembangan plumula pucuk Keuntungan dari perkecambahan epigeal adalah kotiledon dapat segera berfotosintesis phanerocotylar : kotiledon yang berfotosintesis setelah muncul di permukaan tanah yang menyediakan energi untuk pertumbuhan selanjutnya. Benih epigeal ditemukan pada : Gymnospermae, Myrtaceae, Bignoniaceae, Casuarianaceae, Euphorbiaceae, hampir semua legum dan lain-lain Hipogeal Kotiledon tetap berada dalam tanah Radikel muncul dan berkembang membentuk perakaran Epikotil yang akan memanjang bersama plumula sampai muncul dipermukaan tanah. Keuntungan dari perkecambahan hipogeal adalah cadangan makanan atau energi tetap tersedia dalam tanah yakni dalam kotiledon yang akan tumbuh lagi seandainya pucuk kecambah plumula terpotong dimakan serangga atau oleh faktor lain. Kotiledon pada benih hipogeal tidak dapat berfotosintesis atau disebut cryptocotylar.

Related Articles